Personality Isn't Permanent

Bebaskan diri Anda Dari Pemahaman Yang Membatasi dan Tulis Ulang Kisah Hidup Anda

INFO PRODUCT
Penulis
Benjamin Hardy
Tahun
2020
Kategori
Self Help
Pertama terbit
USA

INFO REVIEW
Read
289
Prawira
Prawira Azizi

Knowledge influencer, Strategist, Stock Investment enthusiasm

 

26 May 2020

Saat review ini diterbitkan, buku ini belum tersedia di toko buku manapun termasuk di Amazon.com. Loh ko bisa menulis review tapi bukunya tidak ada ?, jawabannya karena goodAIDEA secara spesial mendapat kesempatan langsung dari penulisnya yang tinggal di Amerika Serikat untuk memberikan review atas buku yang  akan diterbitkan satu bulan mendatang. Kami dikirim dalam bentuk softcopy yang siap cetak.

Buku ini berjudul Personality Isn’t Permanent, ditulis oleh seorang Doktor bidang Psikologi Organisasi yaitu Benjamin Hardy, Ph.D. Sebelumnya sudah beberapa buku yang beliau terbitkan.

Jika Anda tertarik buku ini sebelum dilaunching, anda bisa mendapatkan melalui pre-order melalui link disini.

Buku ini sejak awal dibuat teaser-nya sudah menarik perhatian saya. Judulnya yang provokatif dimaksudkan untuk membantah pemahaman yang sudah ada dan diterima bersama bahwa personality itu sifatnya bawaan dan tidak bisa berubah seumur hidup.

Beberapa tahun kebelakang semenjak saya mengenal ilmu psikologi tentang tipe kepribadian seperti DISC, MBTI, 4-temprament, dan lain-lain, perhatian saya terkuras cukup dalam untuk memahami personality ini, siapa saya, tipe pekerjaan apa yang cocok, gaya komunikasi, gaya kepemimpinan dan sebagainya. Semakin spesifik saya pahami berdasarkan penjelasan test tersebut semakin membuat saya membatasi diri bahwa ini cocok dan yang itu tidak cocok dengan saya, ia bekerja dibawah sadar jadinya, perlu effort untuk mengendalikan kecenderungan tersebut.

Di titik tersebut saya berfikir bahwa mungkin ada yang salah dalam pemahaman saya, bisa karena pemahaman saya yang salah atau pemahaman yang kurang lengkap. Bagi saya ilmu itu harusnya sinkron dan mencerahkan, bukan berlawanan dan mengkerdilkan.

Maka kehadiran buku ini menarik perhatian saya, apakah saya akan menemukan jawabnnya?

 

Mitos Tentang Personality

Sebuah penelitian dilakukan pada tahun 1950 kepada para remaja, kemudian dilakukan test ulang pada saat usia mereka mencapai umur 60an. Dengan berdasar pada hypotesisnya bahwa personality mereka akan stabil atau tdak berubah selama puluhan tahun. Kemudian hasil penelitian membuktikan ternyata hypoteisisnya salah. Artinya personality itu bisa berubah.

Penulis lalu menjabarkan lima anggapan yang selama ini dipahami dan diterima kebenarannya oleh masyarakat yang menurut dia hanyalah mitos:

  1. Personality bisa dikelompokan berdasarkan Kategori.
  2. Personality itu bawaan dan tidak bisa diubah.
  3. Personality terbentuk dari masa lalu kita.
  4. Personality harus ditemukan.
  5. Personality itu kebenaran yang autentic mengenai diri kita

Poinnya penjabarannya adalah sebagai berikut:

i)  Kepribadian adalah sesuatu yang kompleks yang terlalu sayang jika disederhanakan dengan personality test. Pengelompokan kedalam type sesungguhnya membatasi potensi dan kebebasan sebagai individu yang mungkin untuk mencapai apapun.

ii) Kepribadian kita dimasa lalu berbeda dengan kepribadian dimasa kini, ia berkembang sesuai tantangan lingkungan, pembelajaran yang dijalaninya, dan harapan masa depannya.

Ada pernyataan yang penting dalam poin ini yaitu “Ketika Anda berhenti mendefinisikan diri pada type seperti introvert dan extrovert, maka kamu akan bisa semakin terbuka. Kemungkinan dan pilihan akan makin membesar. Kamu bisa melakukan apa yang ingin kamu lakukan.

 

How your personality formed: Your goal shape your identity

Dalam hubungan antara personality dengan tujuan. Padangan saya sebelumnya bahwa tipe kepribadian kita adalah dasar untuk menentukan jenis pekerjaan termasuk menentukan tujuan hidup, karena jika tujuan hidupnya sejalan dengan karakter pribadinya maka itu lebih mudah diraih. Akan tetapi buku ini mengajarkan bahwa kita bisa menetukan goal dahulu lalu kepribadian kita akan berubah menyesuaikan dengan kebutuhan tujuan tersebut.

Tujuan (goal) kita akan membentuk identitas kita, identitas ini akan menentukan tindakan-tindakan kita, dan tindakan kita itulah yang membentuk siapa kita dimasa lalu dan siapa kita di masa depan. Seperti itulah bagaimana kepribadian terbentuk.

Mellisa adalah seorang ibu yang baru mengalami musibah karena kematian anaknya. Sebelumnya Ia adalah pribadi yang teledor dan kurang peduli dengan kesulitan orang lain, baginya telalu banyak urusan pribadinya yang harus diselesaikan daripada memilkirkan membantu orang lain. Tetapi semenjak kematian anaknya itu, ia depresi berat dan hampir mau bunuh diri sampai ia diselamatkan oleh sebuah email dari orang yang peduli kesediahan Mellisa. Dari situ ia berubah, Ia memilih untuk menghentikan kesedihannya dan bertekad membantu oran-orang yang depresi, sekarang Ia menjadi orang kepedulian pada kesusahan orang lain dan memprioritaskan hidupnya untuk menolong orang lain.

Perhatikan bagaimana kepribadian berubah dalam cerita nyata diatas, dan banyak cerita yang sama di sekitar kita mengenai orang yang berubah hidupnya baik karena sebuah moment, atau karena ada tujuan yang ingin diwujudkan.

Saya teringat rumusan sukses Ray Dalio yang mengatakan “Almost nothing can stop you from succeeding if you have a) flexibility and b) self-accountability”. Penekannya adalah kita bisa mencapai apapun tujuan kita jika kita memiliki pendekatan yang flexible dan bertanggung jawab pada diri sendiri bukan menyalahkan orang lain. Dalam hal ini sikap flexible sangat penting untuk kita bisa maju kedepan dibandingkan sifat membatasi diri karena pemahaman yang salah tentang personality.

Pada akhirnya semua pilihan kepada Anda, anda bisa percaya bahwa personality itu permanen atau bisa berubah, tetapi saya sendiri memilih opsi yang akan menguatkan saya dan mebuat saya lebih berdaya untuk masa depan, saya mempercayai saya personality saya bisa berkembang menyesuaikan dengan tuntutan tujuan hidup saya.

 

----
Overall rating: 4.5 dari skala 5.0
Ada point yang saya anggap kurang sesuai harapan yaitu awalnya saya berfikir buku ini dalam seluruh bagiannya akan membahas tentang personality yaitu sesuai dengan judulnya, akan tetapi mulai di bab kedua malah membahas tentang bagaimana menentukan goal, memiliki kebiasaan tidur lebih awal dan bangun lebih awal, dll. Saya kira pengembangan tulisannya terlalu melebar.