Rich Dad Poor Dad

Apa yang diajarkan orang kaya dan orang miskin kepada anaknya

INFO PRODUCT
Penulis
Robert T. Kiyosaki
Tahun
2011
Pertama terbit
USA

INFO REVIEW
Read
545

GET THE COPY
Prawira
Prawira Azizi

Knowledge influencer, Strategist, Stock Investment enthusiasm

 

16 May 2020

Saya berani menyebut buku ini sebagai buku fenomenal. Pertama kali diterbitkan tahun 1997 atau 23 tahun yang lalu, dan prediksi saya buku ini akan terus dicetak paling tidak 23 tahun lagi kedepan. Sementara diluar sana ada buku yang usianya hanya sekali terbit dan dalam hitungan bulan sudah hilang dari peredaran.

Saya sendiri pertama kali mengetahui buku ini adalah sekitar tahun 2005, bukan secara disengaja tetapi pada tahun tersebut buku ini terpajang dibarisan buku paling laris dihampir semua toko buku di Bogor dan Jakarta waktu itu. Jadi wajar apabila saya penasaran duntuk membacanya.

Kekuatan buku ini terletak pada originalitas konsepnya, penulis menggunakan perumpamaan dua orang “ayah” yang memiliki pandangan berbeda untuk mengajarkan konsep pengelolaan keuangan kepada pembacanya. Sehingga pada buku ini Anda akan sering menemukan bagaimana Kiyosaki mempengaruhi Anda dengan cara meng-kontras-kan cara pandang si ayah kaya yang “benar” dengan si ayah miskin yang “salah”.

Buku ini memiliki daya inspirasi yang kuat bagi pembacanya, apalagi yang “dijual” mengenai hidup kaya dan bebas finansial, sehingga akan mendorong pembacanya untuk segera mewujudkan pesan dari buku tersebut.

 

Rich Dad Poor Dad

Kiyosaki lahir di Hawai dan memilik dua ayah yaitu ayah biologis dan ayah “sahabat ayahnya”. Ayah kandung ini berpendikan tinggi, sukses secara karir dan pendidikan, tetapi di akhir hidupnya meninggalkan utang. Ia sebut sebagai “ayah miskin”.

Ayah satunya lagi hanya berpendidikan menengah, memiliki beberapa perusahaan, dan menjadi salah satu orang terkaya di hawai. Dan di akhir hidupnya meninggalkan banyak kekayaan keluarganya. Ia sebut “ayah kaya”.

Kedua ayah kiyosaki sukses dalam bidangnya masing-masing tetapi memiliki cara pandang yang berbeda terkait pengelolaan uang dan tujuan finansial.

Ayah miskin memiliki pandangan dan nasihat pada anaknya belajarlah yang tekun, sekolah yang tinggi dan berprestasi agar bisa bekerja dan mendapatkan gaji yang besar. Sementara ayah kaya memberikan padangan agar anaknya belajar keuangan dan merintis untuk jadi seorang entrepreneur.

 

Important Lesson

Adanya perbedaan cara pandang inilah, yang kemudian Kiyosaki membagikan beberapa prinsip penting bagi pembacanya.

The rich don’t work for money. Kebanyakan orang bekerja untuk menghasilkan uang, kita menukar waktu dan tenaga kita dengan upah yang dibayarkan kemudian. Artinya jika kita tidak memberikan waktu dan tenaga kita maka kita tidak akan dapat pengasilan. Artinya kita bekerja untuk uang. Orang kaya melakukan sebaliknya, mereka fokus mengumpulkan asset (property, saham, perusahaan, dll) kemudian assetnya tersebut menghasilkan uang untuk si orang kaya, walaupun ia tidak bekerja sama sekali. 

Pentingnya belajar manajemen financial. Kita sekolah dasar, menengah, dan tinggi rata-rata menghabiskan waktu 16-18 tahun. Kita diajarkan berbagai pelajaran tentang ilmu alam dan sosial, akan tetapi ada hal yang sangat dekat dengan kehidupan kita tetapi tidak diajarkan secara serius dan durasi yang memadai, yaitu ilmu tentang keuangan. Inilah pesan penting dari Kiyosaki untuk bisa keluar dari lingkaran setan bekerja sampai pensiun, belajarlah bagaimana ilmu tentang manajemen keuangan.

Pahami perbedaan Aset dan Liabilities. Aset adalah sesuatu yang membawa uang masuk ke kantong kita, sedangkan liabilities membuat uang keluar dari kantong kita. Pemahaman ini mendasar untuk dipahami. Orang kaya membeli aset yang nantinya akan menghasilkan uang, sedangkan orang miskin membelanjakan uangnya untuk barang konsumtif, yang nantinya akan habis/rusak atau menurun nilainnya.

Pahami perbedaan active income dengan passive income. Active income yaitu pemasukan yang ada karena kita bekerja (karyawan, PNS, driver, dll), sedangkan passive income yaitu pemasukan yang ada walaupun kita tidak bekerja (hasil sewa rumah, dividen saham, keuntungan bisnis).

Hindari dan jauhi gaya hidup konsumtif. Orang yang terus menerus ingin memiliki barang dengan tujuan untuk memuaskan dirinya atau ingin dilihat orang lain sebagai orang yang kaya. Gaya hidup seperti itu hanya akan membuat sengsara bukan bahagia, karena bisa saja Ia akan dililit hutang atau menderita dimasa tuanya saat ia sudah tidak punya penghasilan.

Bekerja bukan untuk selamanya, tetapi bekerja untuk belajar bagaimana bisnis dijalankan. Bisa saja dari pekerjaanmu sekarang akan menjadi bisnis baru atau berbeda tetapi kamu sebagai pemiliknya.

 

Mulai Saja Dulu

Seperti yang saya sampaikan di awal bahwa buku ini memiliki daya inspirasi yang akan membuat pembacanya terdorong untuk bisa segera mewujudkannya, tetapi ketahuilah perjalanan mencapai kebebasan finansial bukan bisa dicapai dalam semalam, tetapi bertahun-tahun. Anda bisa memulainya dengan tindakan-tindakan mendasar seperti:

  1. Sisihkan pendapatan Anda secara konsisten dan makin perbesar persentasenya.
  2. Milliki keterampilan menjual. Ketika Kiyosaki ditanya apa rahasianya sehingga bukunya laris terjual?, Ia memberikan ilustrasi bahwa buku yang laris namanya "best selling author" vs "best writing author". Banyak orang yang bertalenta, tetapi dibayar rendah karena mereka tidak dapat memasarkan talenta mereka
  3. Berhenti melakukan yang dikerjakan, istirahat, dan mulai menilai apa yang "working" dan "not working"
  4. Cobalah melakukan banyak penawaran. perhatikan mana yang "working" dan mana yang "not working"
  5. Jika Anda menginginkan sesuatu, carilah seseorang yang telah melakukan apa yang ingin kamu lakukan.


Buku ini layak dikoleksi, setiap bab yang anda baca akan menginspirasi hal-hal baru, dan karena buku ini kaya akan pelajaran, mungkin Anda tidak akan bisa memahami semuanya dalam sekali baca, maka lain waktu anda baca, anda akan baru paham apa yang dimaksudkan si penulisnya.