One Up On Wall Street

Enam kategori perusahaan yang ada di bursa saham

INFO PRODUCT
Penulis
Peter Lync
Tahun
2000
Pertama terbit
Amerika Serikat

INFO REVIEW
Read
277
Prawira
Prawira Azizi

Knowledge influencer, Strategist, Stock Investment enthusiasm

 

18 Apr 2020

Pertama sebelum membahas ini buku ini saya perlu memperkenalkan buku tentang apa dan siapa penulisnya. Ini adalah buku investasi saham yaitu membahas bagaimana berinvestasi di pasar saham berdasarkan pengalaman penulisnya yang dianggap seorang investor yang sukses di Amerika. Namanya Peter Lync, seorang investor yang sebenarnya saat ini sudah pensiun, ia berinvestasi di pasar saham pada periode 1977-1990an.

Saya akan meringkas intisari dari buku ini khusus pada pembahasan mengenai kategorisasi perusahaan versinya Peter Lync dan bagaimana kita bisa mengambil manfaat dari pengkategorian ini

 

KATEGORI PERUSAHAAN

Saya terbantu dengan model pengkategorian versi Peter Lync ini, karena sebelumnya saya hanya mengelompokan saham berdasarkan ukuran umum seperti kapitalisasi pasar, sektor, atau rasio keuangan. Ukuran pertumbuhan (growth) menjadi dasar dari pengelompokan versi Peter Lync ini: 

Slow growers. Ini tipe perusahaan besar (big cap) dan industrinya sudah matang. Perusahaan ini sebelumnya adalah fast grower hanya mungkin karena pasarnya sudah jenuh atau juga karena perusahaannya sudah besar sehingga lebih sulit untuk melakukan terobosan dan ekspansi. Memang secara alamiah pada periode tertentu salah satu sektor tumbuh sangat cepat tetapi seiring waktu sektor tersebut kemudian stagnan lalu ada sektor lain yang tumbuh lebih cepat dari yang lainnya. Ciri dari kurva perusahaan ini masih tumbuh tapi mendatar atau jarang ada bentuk kurva yang memuncak tinggi. Persentase keuntungan investasi diperusahaan ini berada pada satu digit. Karena ruang ekpansi sudah terbatas, perusahaan ini relatif rutin membagikan dividen.

Stalwarts. Ini masih tipe perusahaan besar (big cap) tetapi industrinya masih bertumbuh. Persentasi pertumbuhan perusahaan ini lebih baik dari kategori pertama yaitu bisa dikisaran 10-15 persen per tahun, bisa dibilang kelompok good performer walau bukan star performer. Peter Lync menyarankan kelompok perusahaan ini perlu ada dalam portfolio kita karena ini kelompok saham yang tahan terhadap krisis ekonomi, sama dengan yang lainnya akan kena imbas krisis tetapi koreksinya tidak sedalam kelompok lain dan Ia bisa lebih cepat recovery setelah krisis berlalu.  

Fast growers. Ini tipe perusahaan antara second liner dengan third liners secara market capitalisasi. Perusahaan yang masih baru yang agresif dengan pertumbuhan bisa mencapai 20-30% per tahun. Peter Lync menyukai kelompok ini, Ia memperkenalkan konsep fast growing company yang berada pada slow growing industri, artinya walaupun pertumbuhan kelompok industri ini lambat tetapi disana biasanya ada perusahaan yang tumbuh agresif. Dalam kondisi normal, kelompok Fast Grower inilah yang menjadi pemenang di pasar.

Cyclicals. Ini adalah tipe perusahaan yang pendapatan dan labanya turun naik mengikuti perubahan industrinya, contoh misalnya perusahaan komoditas batu bara, kita tahu industri ini turun naik seiring dengan permintaan energi dunia, saat permintaan naik maka harga batu bara akan naik dan perusahaan ini akan mencetak pendapatan dan laba yang besar, lalu begitu sebaliknya. Kunci untuk bisa mendapatkan keuntungan dari perusahaan kategori ini adalah mengatahui tanda yang tepat kapan akan terjadi cycle naik dan cycle turunnya.

Turnarounds. Ini adalah tipe perusahaan yang sedang mengalami penurunan laba dan bermasalah secara keuangan.  ini adalah kelompok third liner secara market kapitalisasi. Karena perusahaanya underperform sehingga harganya jatuh dan masuk ke kelompok third liner. Membeli perusahaan ini artinya berada pada dua kemungkinan yaitu kerugian besar atau jika manajemen perusahaan mampu membalikan keadaan akan mendapatkan keuntungan berlipat ganda.

Asset plays. Ini adalah situasi dimana ada perusahaan yang memiliki nilai berharga secara aset tetapi tidak diketahui oleh para kebanyakan investor. Jika kita menemukan dan membeli perusahaan kategori ini, butuh kesabaran sampai harganya terkoreksi sesuai dengan nilai bisnisnya.

Perlu dipahami bahwa satu perusahaan tidak berada pada satu kategori untuk selamanya. Contoh kasusnya Mc Donald’s misalnya semula berada di Fast growers, lalu stalwart, kemudian asset play dan menjadi slow grower.

 

BAGAIMANA KITA MEMAKNAINYA?

Pertama yang saya suka dalam ilmu problem solving adalah “what to avoid,” yaitu sebelum kita melakukan pemilihan mana yang terbaik dari yang tersedia maka yang paling penting kita lakukan yaitu pisahkan mana perusahaan yang harus kita hindari, dengan cara seperti ini kita mengurangi jumlah pilihan sehingga pekerjaan berikutnya lebih mudah.

So, dari keenam kategori tersebut diatas kategori yang mana yang harus kita hindari, kalau saya akan mengesampingkan kategori slow growers, ada lima pilihan lainnya yang lebih menarik untuk saya analisa.

Kedua, kita bisa memiliki ekpektasi yang wajar. Artinya wajar disini adalah kita punya pemahaman yang terukur bahwa return investasi kita akan berada pada rentang minimum dan maksimum berapa persen. Rasanya tidak wajar jika kita memilih saham perusahaan yang mapan karena alasan resiko yang rendah, tetapi ekpektasi returnnya sama dengan perusahaan kategori turn around yang bisa untung sampai 1000% atau lebih.

Kedua manajemen portfolio, warrent buffet bilang jangan mengukur dalamnya sungai dengan kedua kaki, artinya jika anda salah maka anda tenggelam dan hanyut. Karena masing-masing kategori punya karakteristik kekuatan dan kelemahannya, maka Anda bisa mengalokasikan dana anda secara berimbang diantara beberapa kategori. Misalnya jika anda masih muda dan ekpektasi return ada ingin tinggi maka anda bisa memiliki portfolio Turnaround 50%, fast grower 30%, dan stalwarts 20%. Artinya jika keputusan saham yang anda beli benar maka uang anda akan meningkat cukup besar karena return yang besar dari Turnaround dan fast grower walau anda hanya mendapat return cukup kecil dari stalwarts. Akan tetapi jika keputusan anda salah sebutlah perusahaan yang ada di kategori turnaround dan fast grower mengalami kerugian cukup besar, maka saham anda di stalwarts masih cukup aman.